Saturday, May 26, 2018

Inilah Wisata Menarik yang Ada di Yogyakarta

Yogyakarta sudah lama dikenal sebagai kota pelajar. Yogyakarta adalah kota yang masih terasa kental kebudayaannya. Jika kita senang dengan wisata budaya, mendatangi Yogyakarta adalah pilihan tepat sebab ada sekian banyak situs kebudayaan yang unik untuk didatangi.

Yogyakarta

Yogyakarta adalah salah satu kota yang menjadi destinasi wisata di Indonesia. Kota ini penuh dengan nuansa kebudayaan Jawa yang kental ini memang memiliki pesona sendiri. Sikap ramah dari warga yang hidup bersahaja, bangunan-bangunan budaya, makanan khas, kerajinan tangan yang cantik merupakan pesona dari kota Yogyakarta. Apa saja yang bakal Anda temui di kota pelajar ini?

Suasana Jawa langsung terasa ketika Anda menginjakkan kaki di kota ini. Bahasa Jawa dengan dialek kental dari penduduk mengecat sudut kota. Alat transportasi tradisional laksana andong, becak atau sepeda menjadi pemandangan umum di kota Yogyakarta. Jangan lupa guna singgah di tempet-tempat inilah dan bakal akan menikmati keasrian dan keadaan kebudayaan yang masih terjaga kelestariannya.

Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta telah dibangun semenjak 3 abad lalu. Merupakan landmark dari kota Yogyakarta yang kaya bakal nilai sejarah. Tugu ini terletak di perempatan jalan Mangkubumi, Soedirman, AM Sangaji dan Diponegoro.

Keraton Yogyakarta
Yogyakarta mempunyai pemerintahan yang disegani penduduknya. Keraton kerajaan dari kesultanan Jogjakarta menjadi simbol dari kota ini. Kesultanan Yogyakarta adalah pecahan dari kerajaan Mataram. Kesultanan Jogjakarta menjadi termasyur ketika dipimpin oleh Sultan Agung yang menjadi masa kejayaannya. Keraton menjadi lokasi tinggal dari Sultan dan keluarga.

Lokasi lokasi berdirinya istana atau keraton Yogyakarta sebelumnya adalah rawa dan hutan beringin mempunyai nama Umbul Pacetokan. Keraton Yogja mempunyai bangunan yang menarik dan tampak megah dengan aksesoris bangunan Jawa yang melekat, Tentu saja kita tidak dapat sembarangan memasukinya.

Puro Pakualaman
Merupakan keraton yang di bina pada masa Kerajaan Mataram. Ukurannya lebih kecil dari Keraton Yogyakarta. Puro Pakualaman diciptakan dengan menghadap ke arah unsur selatan yang menggambarkan penghormatan ke keraton utama.

Gedung Agung
Dikenal pun dengan nama Gedung Negara. Pada tadinya adalah tempat bermukim dari presiden ke-18 Yogyakarta. Kemudian pulang menjadi Istana Presiden yang menjadi lokasi tinggal Presiden RI dan family dan menjadi bangunan induk dari Kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Gedung Bank Indonesia
Tidak jauh dari Gedung Agung berdiri Gedung Bank Indonesia. Gedung berlantai 3 ini mempunyai arsitektur bergaya Belanda yang cantik. Bangunan ini pernah dipakai sebagai bank dengan faedah yang bertolak belakang di tiap lantai.

Benteng Vredeburg
Benteng ini di bina pada tahun 1760. Arti nama Vredeburg berarti perdamaian. Terletak tidak jauh dari Gedung Agung dan Gedung Bank Indonesia.

Taman Sari
Taman Sari berarti taman yang estetis dan harum. Pada awalnya, lokasi ini dipakai sebagai lokasi pemandian kerabat kerajaan. Sekarang, pemandian tersebut telah tidak dipakai lagi namun struktur bangunan dan empang pemandian yang estetis masih menjadi obyek wisata di Yogyakarta.

Malioboro
Merupakan nama jalan yang familiar di Jogjakarta. Jalan ini berjarak lumayan panjang dengan penanda Stasiun Kereta Yogyakarta pada satu sisi dan keraton di sisi lainnya. Sepanjang jalan ini, tidak sedikit penjual makanan khas daerah, batik, atau sekian banyak souvenir guna dijadikan oleh-oleh. Jalan ini tidak jarang kali ramai dikunjungi semua wisatawan.

Pasar Beringharjo
Merupakan pasar yang berdiri semenjak tahun 1925. Nama Beringharjo adalah nama yang diserahkan oleh Sultan Hamengku Buwono IX dan memiliki makna kesejahteraan. Lokasi berdirinya Pasar Beringharjo sebelumnya merupakan area hutan beringin. Di pasar ini kita dapat melakukan pembelian barang kain atau pakaian batik dengan harga murah.

Kotagede
Pada abad ke-16, wilayah ini pernah menjadi ibukota Kerajaan Mataram. Merupakan wilayah yang familiar dengan kerajinan perak. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin perak. Mereka membuat sekian banyak perhiasan ataupun pajangan dari perak. Hasil kerajinan tidak sedikit diburu guna dijadikan oleh-oleh dari Yogyakarta.

Museum Sonobudoyo
Di museum ini ada koleksi arkeologi maupun etnologi yang berasal dari sekian banyak daerah laksana Cirebon, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Lombok. Museum ini diresmikan pada tahun 1935 oleh Sultan Hamengku Buwono VII.

Tidaklah mengherankan andai Yogyakarta dirasakan sebagai kota budaya. Banyak bangunan bersejarah, cerita, pernak-pernik dan kebudayaan membuat tidak sedikit wisatawan yang merasa nyaman ketika tinggal di kota ini.

0 comments:

Post a Comment